Saya ga tau kalo ikhlasin seseorang itu sama aja dengan menutup pintu hati saya buat yang lain. saya ga tau kalo satu cowok aja bisa berpengaruh besar dalam hidup saya.
Apa sayanya aja yang lebay?
Yang jelas hati saya tertutup lagi setelah kemarin terbuka sebentar. Begitu saya mau buka lagi, ternyata saya salah masukin kata sandi. Hati saya tetap tertutup. Padahal hati ini saya yang punya, saya yang ngerasain, saya yang jaga dari dulu, tapi bisa-bisanya saya salah kata sandi.
Saya curiga ada satu sosok yang tau kata sandinya, dan kemungkinan besar dia juga punya hak kepemilikan atas hati saya. Tapi sayangnya, siapa orang itu, di mana dia berada, saya juga ga tau.
Kalo udah begini, saya bisa apa? Saya aja ga bisa masuk ke hati saya sendiri, gimana orang lain?
Sekarang saya cuma berharap, siapapun orang yang tau kata sandi hati saya itu muncul dihadapan saya dan buka hati saya dan plis, jangan kasih kata sandi itu ke orang lain lagi. Masuk aja, dan kunci dari dalem. Tentunya sama saya juga, yah.
Saya sudah cukup berdosa dan merasa bersalah sama orang-orang yang udah dengan setia nunggu di depan. Saya ga bisa ngomong apa-apa lagi selain “Maaf ya, tunggu bentar” sampe akhirnya saya harus ngomong “Maafin saya, kayaknya kalian ga bisa masuk untuk saat ini. Dateng lain kali aja yah,”
Sudah cukup 3 tahun kata sandinya berpindah tangan dan pada akhirnya ga ada yang bener-bener masuk, cuma numpang buka dan pergi gitu aja setelah ganti kata sandi diam-diam. Saya ga mau ini jadi tahun yang ke-4. Plis, saya capek nunggunya!
Dan lagu dari Miley Cyrus yang berjudul The Climb yang menemani saya saat menulis tulisan ini seakan memberi dorongan kepada saya untuk terus mencari siapa orang itu. Orang yang tau kata sandi hati saya.
"There’s always gonna be another mountain
I’m always gonna, wanna make it move
Always gonna be an uphill battle
Sometimes I’m gonna have to lose
Ain’t about how fast I get there
Ain’t about what’s waiting on the other side
It’s the climb"
No comments:
Post a Comment